Disiplinkan Anak Tanpa Kata “Jangan atau Tidak!”

Anak-anak mulai usia 2 tahun seringkali mengabaikan larangan yang diberikan oleh orangtua mereka. Seringkali kata “jangan atau tidak” yang diteriakkan oleh orang tua hanya dianggap angin lalu . Apalagi bila mereka sedang melakukan aktifitas yang dianggap menarik, larangan orangtua makin tidak digubris. Untungnya, Anda sebagai orang tua memiliki banyak alternatif lain untuk memberikan batasan kepada anak.

anak dimarahi 1

Batasan perlu dilakukan, karena ada kalanya apa yang anak lakukan menyerempet ‘bahaya”. Berikut adalah beberapa tips mendisiplinkan anak tanpa perlu berkata jangan atau tidak :

1).Ubah larangan anda menjadi kalimat yang positif.
Alih-alih berkata jangan atau tidak kepada mereka, cobalah untuk mengatakan dengan jelas apa yang anda ingin mereka lakukan. Misalnya, anak anda sedang bermain lempar bola di kamar tamu. Daripada berkata, “Tidak! Jangan membuang bola di ruang tamu,” misalnya, cobalah katakan “Yuk kita main bola di luar nak!”. Atau ketika anak-anak sedang bermain dengan cat di lantai, daripada menyuruh mereka menghentikan aktivitasnya, ajak anak untuk mengambil alas koran agar lantai tidak kotor.

2). Berikan pilihan
Anak-antang rentang usia prasekolah cenderung merasa mandiri dan ingin mengontrol. Jadi, daripada langsung menolak keinginan mereka cobalah untuk menawarkan opsi-opsi lain yang bisa mereka pilih. Misal, anak anda ingin makan permen sebelum makan siang. Cobalah tawarkan agar anak memakan permennya sesudah makan siang, dan sebagai gantinya anak anda boleh memilih jenis permen yang akan dia makan. Meskipun mungkin awalnya anak merasa tidak senang atas hal ini, mereka akan belajar untuk menerimanya, Karena anda masih memberikan mereka wewenang untuk memilih, dan anak masih merasa memegang kontrol atas apa yang mereka mau.

3).Alihkan perhatian anak
Sudah bukan rahasia lagi jika anak usia prasekolah seringkali mudah teralihkan, Misalnya, ketika anda berada di pusat perbelanjaan dan anak anda mengacak-acak baju yang dijual di etalase. cobalah alihkan perhatian mereka misal bertanya, ” Kakak mau makan siang dimana? ” atau cobalah memberikan kesempatan kepada anak untuk membantu anda berbelanja. Hal ini akan lebih mengasyikan dibanding anak hanya menjadi penonton.

4). Jangan membesar-besarkan hal kecil
Dunia anak prasekolah memang penuh dengan eksplorasi. Biarkan anak menikmati petualangan baru yang menyenangkan dan bereksplorasi kapan pun Anda bisa. Sesekali membiarkan anak bermain air hujan atau membantu anda mencuci mobil tentu menjadi masalah.

Berkompromilah dengan keinginan anak, dan ketika anak anda mulai menyerempet batasan “aman” gunakan lah tips-tips diatas, maka anak akan tetap merasa senang dan tidak terkekang.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 1 =