Konsumsi Minuman Manis (Gula) Selama Kehamilan

Konsumsi gula berlebih selama kehamilan kerap dikaitkan dengan hal-hal yang berdampak buruk bagi bayi yang dikandung. Informasi tersebut memang benar adanya, bahwa segala macam asupan gula yang tidak terkontrol termasuk minuman manis selama hamil lebih banyak membawa keburukan dibandingkan kebaikannya.

Konsumsi Minuman Manis (Gula) Selama Kehamilan

Kebutuhan gula
Gula, baik selama hamil maupun tidak, sebetulnya sangat dibutuhkan oleh tubuh sehingga tidak harus dihindari secara penuh. Rasa manis pada gula sangat memanjakan lidah. Enegri dari gula pun gampang diolah oleh tubuh dan sangat bermanfaat. Masalahnya adalah konsumsi gula yang berlebih dapat membuat tubuh mengalami diabetes plus obesitas.

Hal serupa juga terjadi pada bayi dalam kandungan : diabetes gestasional, yaitu penyakit khas pada kehamilan akibat kadar gula yang tinggi pada ibu hamil yang dapat meningkatkan risiko bayi lahir besar. Perlu diketahui bahwa bayi besar dengan bobot lebih dari 4 kg akan sangat rentan terhadap berbagai masalah seperti disproporsi kepala panggul, hipoglikemi dan kelahiran secara bedah caesar.

Gula yang Tidak Baik
Dari sekian banyak jenis asupan gula, yang paling harus dihindari oleh ibu hamil adalah minuman manis kemasan botol maupun kotak yang banyak beredar di Indonesia dengan beragam merek. Selain mengandung bahan kimia yang merugikan, pada umumnya minuman manis tersebut akan membuat ketagihan dan ibu tak bisa mengontrol jumlah yang masuk.

Beberapa jenis gula buatan juga harus dihindari, terutama yang berasal dari aneka jajanan yang biasanya mengandung pemanis sakarin.

Studi Lebih Lanjut
Beberapa studi dan penelitian mendukung data dan fakta mengenai buruknya pengaruh konsumsi gula berlebih pada ibu hamil bagi bayi yang dikandung. Menurut Medical Daily, gula berlebih dapat menyebabkan anak memiliki risiko alkoholik di kemudian hari. Sementara studi lainnya menyebutkan risiko anak menjadi pecandu narkoba menjadi besar jika dilahirkan dari rahim ibu yang mengkonsumsi gula secara berlebihan.

Kesimpulan
Sudah jelas, bahwa ibu hamil sebaiknya mengurangi konsumsi gula dan minuman manis selama kehamilan. Air putih dan ‘makanan bersih’ adalah pilihan terbaik selama kehamilan. Tentu saja dibarengi dengan makanan yang direkomendasi, asupan susu, vitamin, suplemen dan pola hidup yang senantiasa seimbang.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 2 =