5 Rahasia sukses “Toilet Training” Pada Balita

Kapankah anak harus lepas dari diapers? Hal ini seringkali menjadi masalah bagi para orangtua, karena untuk mengajarkan toilet training dibutuhkan waktu, kesabaran, konsistensi dan juga strategi yang tepat. Berikut adalah beberapa hal yang perlu anda cermati untuk mendapatkan “Toilet Training” yang berhasil.

1. Waktu (menunggu sampai anak anda siap)
Perlu diingat bahwa setiap anak adalah pribadi yang unik. Perkembangan anak tidak bisa dibandingkan satu sama lain. Tidak ada usia pasti bagi anak untuk siap belajar menggunakan toilet. Kebanyakan balita usia 18-24 bulan menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk menggunakan toilet, namun ada pula yang baru menunjukkan tanda-tanda kesiapan ini pada umur 3-4 tahun. Yang terpenting adalah terus amati tanda fisik, kognitif dan sikap anak anda. Jika anak anda sudah menunjukkan ciri-ciri dibawah ini, berarti mereka siap untuk belajar menggunakan toilet.

toilet-training2

TANDA FISIK :
– Anak sudah mampu berjalan atau bahkan berlari dengan stabil.
– Berkemih cukup banyak dalam satu waktu.
– Rentang Waktu berkemihnya rutin dan relatif bisa diprediksi.
– Tidak berkemih saat tidur kurang dari dua jam. Hal ini berarti otot kandung kemihnya sudah dapat menahan kemih.

TANDA SIKAP :
– Dapat duduk tenang di satu posisi dalam waktu dua hingga lima menit.
– Dapat menarik bokongnya ke atas dan ke bawah.
– Tidak betah memakai popok.
– Tertarik dengan kegiatan di kamar mandi seperti mengikuti Anda saat pergi ke kamar mandi.
– Menunjukkan tanda-tanda spesifik ketika ingin berkemih, bahkan memberitahukan Anda.
– Tidak jijik pada toilet.
– Menunjukkan tanda-tanda ingin mandiri.

TANDA KOGNITIF
– Mengerti tanda-tanda dia harus pergi ke toilet dan mengatakan pada Anda sebelum ia berkemih.
– Bisa mengikuti perintah sederhana, seperti, “tolong ambilkan benda itu”.
– Mengerti nilai menaruh sesuatu pada tempatnya.
– Sudah memiliki atau menggunakan istilah untuk “berkemih” dan “buang air besar”

Jangan pula memulai toilet training ketika ada perubahan besar yang terjadi dalam keluarga seperti kedatangan bayi baru atau pindah ke rumah baru.

2. Berikan pujian atas keberhasilan anak.
Pengakuan yang anda berikan saat anak berhasil menggunakan toilet akan sangat memacu pada rasa percaya diri anak. Stiker karakter kartun favorit mereka atau cap bergambar binatang mungkin akan lebih memotivasi mereka untuk belajar menggunakan toile dengan lebih baik lagi. Sebaliknya, jangan sekali-kali menghukum mereka apabila mereka “kelepasan mengompol”. Fokuslah pada keberhasilan mereka saja.

3. Jangan terburu-buru dan merasa tertekan.
Perlu diingat bahwa toilet training ini adalah proses belajar yang seharusnya menyenangkan bagi anak. Jangan jadikan toilet sebagaid medan pertempuran. Jika anak Anda tidak siap untuk dilatih toilet, Coba lagi beberapa hari atau minggu kemudian. Dan jangan biarkan anak terlalu lama duduk di toilet, karena dapat membuat mereka tertekan.

4). Ajarilah mereka untuk mencuci tangan setelah pergi dari toilet. Belilah sabun tangan khusus dengan aroma kesukaan mereka.

5). Ingatkan mereka untuk pergi ke toilet saat mereka terlalu asyik dengan aktifitas mereka

Sekian!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − three =