Kontraksi Palsu Vs Asli

Ketika sedang hamil, Anda mungkin mengalami apa yang dinamakan sebagai kontraksi “Palsu”, yaitu rasa sakit dan kencang pada bagian perut seperti mau melahirkan tetapi usia kehamilan masih sangat muda. Faktanya, kontraksi ‘palsu’ tak hanya terjadi pada awal kehamilan, tetapi juga menjelang kelahiran. Nah, sebelum Anda buru-buru ke rumah sakit bersalin, ada baiknya mengenali perbedaan antara kontraksi palsu dengan kontraksi asli.

Kontraksi Palsu Vs Asli

Kontraksi Palsu :
– Gejala : Mulas tanpa rasa nyeri, dimulai dari bagian atas rahim dan turun ke bawah. Biasanya terjadi 1-2 kali sehari, dan tidak bertambah sering seiring bertambahnya waktu. Bila kita mengubah posisi, biasanya kontraksi akan hilang.
– Muncul di trimester kedua (kurang lebih di atas 20 minggu), dan kadang-kadang muncul di awal kehamilan. Bisa juga terjadi pada kehamilan 37-40 minggu.
– Kontraksi berlangsung kurang lebih 20 detik (kadang bisa mencapai 2 menit atau lebih).

Kontraksi seperti ini adalah kondisi normal. Bila Anda merasa tak nyaman, berusahalah relaks dengan berbaring atau berjalan di sekitar rumah. Bila kontraksi makin sering/kuat dan berlangsung selama beberapa jam atau hari, atau bila keluar darah/cairan lain dari vagina, segera ke dokter. Bisa jadi ini bukan kontraksi palsu, tapi pertanda persalinan premature. Kondisi ini bisa terjadi pada kondisi kehamilan kembar, atau ibu ada infeksi (keputihan, sakit gigi atau demam).

Kontraksi Asli :
– Gejala : Rasa mulas disertai nyeri di bagian pinggang sampai ke perut bagian bawah. Makin lama kontraksi makin sering (awalnya setiap 10 menit sekali), dan biasanya makin kuat, disertai sensasi ada sesuatu akan keluar dan vagina. Kontraksi tidak hilang, walau Anda berubah posisi.
– Muncul pada usia kehamilan sudah cukup bulan, yaitu sekitar 27-40 minggu.
– Mula-mula sekitar 30-60 detik, dan pada fase persalinan yang paling aktif, sekitar 75 detik.

Segera ke rumah sakit bila kontraksi terjadi setiap 5 menit. Apalagi, bila disertai tanda kelahiran lain seperti:
– Keluar lendir agak kental dan bercampur sedikit darah dari vagina.
– Kantung ketuban pecah diikuti keluarnya air ketuban.
– Nyeri dan pegal di daerah panggul, kemudian menjalar k epangkal paha dan perut bagian bawah.
– Leher rahim (perut bagian bawah) terasa panas dan sakit.

Semoga bermanfaat!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − 5 =