Ini 5 Olahraga yang Aman Untuk Ibu Hamil

Ibu hamil sebaiknya menyesuaikan jenis olahraga yang cocok dilakukan. Jika Anda kerap berolahraga ketika normal dengan berlatih cukup keras, fitnes atau memilih olahraga berat seperti bulutangkis, tenis, basket, ada baiknya dihentikan dahulu selama hamil dan merubahnya dengan olahraga yang aman dan ideal bagi ibu hamil.

Ini 5 Olahraga yang Aman Untuk Ibu Hamil

Jalan Kaki Santai
Jalan kaki santai merupakan olahraga yang paling dianjurkan untuk ibu hamil. Selain gampang, murah serta praktis, kesibukan ini telah terbukti berefek positif untuk kehamilan serta persalinan. Lakukan pada pagi atau sore hari maksimal 1 jam saja. Jangan lupa untuk melakukan gerakan peregangan ringan seperti membuka tangan ke samping lalu menutupnya kembali sembari menghirup udara segar sebanyak mungkin.

Renang
Renang termasuk juga olahraga sehat bagi ibu hamil. Kerjakan pemanasan serta pendinginan sebelum dan sesudahnya agar tak kram. Gunakan baju renang spesial untuk ibu hamil, hingga lebih nyaman. Baju renang yang umum digunakan saat sebelum hamil bakal terasa sesak dan menghimpit perut.

Sepeda Statis
Berolahraga dengan sepeda statis baiknya dikerjakan sesudah kehamilan berumur 16-20 minggu, karena plasenta telah terbentuk sempurna. Kenapa pilihannya sepeda statis? Selain lebih seimbang, medannya juga rata. Bandingkan dengan memakai sepeda umum yang mungkin saja saja harus melalui jalanan yg tidak rata. Lakukan dengan cara bertahap mulai 10 menit, 20 menit serta maksimal tak lebih dari 60 menit.

Relaksasi Ringan
Apabila ibu hamil dikarenakan satu serta lain hal tak dapat melakukan olahraga diatas, setidaknya kerjakan relaksasi ringan setiap hari. Relaksasi ringan dapat berupa latihan pernapasan serta pemusatan pikiran. Ambillah posisi duduk yang nyaman, tarik napas dalam, lantas keluarkan. Kerjakan beberapa kali hingga merasa relaks. Dapat pula dengan peregangan, yaitu dengan menarik kedua tangan ke depan atau ke atas, tahan dalam 8 hitungan, selanjutnya lepas kembali.

Senam Hamil
Senam hamil biasanya dilaksanakan setelah kehamilan masuk trimester ketiga. Maksudnya adalah untuk menyiapkan ibu menghadapi proses persalinan lantaran beberapa gerakan yang di ajarkan sudah lebih terarah, yakni gerakan mengatur posisi, latihan pernapasan serta mengejan yang benar. Senam hamil dikerjakan 30-60 menit dengan bimbingan instruktur bersertifikat. Janganlah mengerjakannya dengan cara asal-asalan, terlebih apabila belum pernah melakukan sebelumnya ; tentukan kelas senam hamil di klinik bersalin/RS terpercaya serta tanyakan dengan dokter kandungan sebelumnya. Beberapa keadaan khusus, umpamanya ibu hamil dengan plasenta previa tak disarankan untuk melakukan senam hamil.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − one =