Lebih Jauh Tentang Vaksin DPT

Jadwal imunisasi DPT anak Anda sudah tiba? Nah, mungkin Anda masih bingung dan tidak memahami fungsinya. Daripada berandai-andai, sebaiknya Anda mengetahui lebih jauh mengenai vaksin DPT yang sejatinya memiliki manfaat sangat penting melalui artikel kali ini.

Lebih Jauh Tentang Vaksin DPT

Apakah DPT?
DPT – Difteri Pertusis Tetanus
Difteri : Radang tenggorokan yang amat berbahaya serta bisa mengakibatkan kematian anak cuma dalam beberapa hari saja

Pertusis : Penyakit radang pernafasan (paru) yang disebut juga batuk rejan atau batuk 100 hari, lantaran lama sakitnya bisa mencapai 3 bulan lebih atau 100 hari. Tanda-tanda penyakit ini sangatlah khas, batuk yang bertahap, panjang serta lama dibarengi bunyi ‘whop’ serta disudahi dengan muntah, mata dapat bengkak atau pasien bisa meninggal lantaran susah bernafas.

Tetanus : Penyakit kejang otot semua badan dengan mulut terkancing tak dapat dibuka.

Dapatkah imunisasi DPT diberikan sekaligus serta apakah tak beresiko?
DPT bisa diberikan sekaligus, bahkan bisa juga diberikan bersama-sama dengan imunisasi Poliomielitis (penyakit lumpuh), imunisasi Hepatitis virus B (HVB) atau imunisasi Hemophillus influenza B (HiB). Dampak samping suntikan DPT serta pemberian Polio lewat mulut tak berbahaya. Bayi serta anak mungkin saja akan pegal-pegal, sedikit demam serta rewel sepanjang 1-2 hari.

Bagaimanakah penularan Difteri Pertusis serta Tetanus?
Cara penularan Difteri serta Pertusis yaitu :
– lewat percikan-percikan ludah pasien saat batuk serta bersin
– lewat saputangan, handuk, serta alat-alat makan yang dicemari kuman-kuman penyakit tersebut
Langkah penularan Tetanus penularannya lewat tali pusat lantaran pertolongan persalinan yg tidak bersih/steril, lewat luka kotor, luka congek telinga.

Apa bahayanya?
Difteri : menyebabkan rusaknya jantung, tenggorokan tersumbat
Pertusis : Batuk panjang yang tak kunjung reda, radang paru-paru & otak serta kesehatan memburuk
Tetanus : Kaku dan kejang diikuti dengan mulut yang terkancing dan radang paru-paru

Dapatkah DPT diberikan pada semua bayi serta anak?
Bisa, hanya untuk anak yang pernah alami kejang, demam atau yang pernah menanggung derita kejang umpamanya epilepsi/ayan sebaiknya diberikan DT saja, supaya tidak panas serta timbul kejang. Untuk ulangan pada umur 5 tahun-masuk SD serta 10 tahun – keluar SD, cukup diberikan DT saja. Sedang vaksin tetanus dapat diteruskan hingga dewasa.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − one =