Cara Tepat Membersihkan Telinga Anak

Sebagai salah satu dari panca indra manusia, telinga merupakan indra pendengaran yang harus senantiasa dirawat dan dibersihkan agar fungsinya menjadi baik. Jika orang dewasa mudah saja membersihkan telinga menggunakan korek kuping atau pun cotton bud, maka pada anak hal tersebut harus dilakukan extra hati-hati mengingat sensitifnya area telinga.

Cara Tepat Membersihkan Telinga Anak

Kotoran pada telinga bayi yg tidak dibersihkan dengan cara teratur bisa mengganggu hantaran bunyi yang berpengaruh pada pendengaran si bayi. Kotoran di telinga bayi yang dibiarkan begitu saja, bakal mengeras serta susah dikeluarkan.

Untuk ibu muda, membersihkan telinga si bayi kadang-kadang terasa takut, takut cotton bud yang digunakannya menusuk telingga si bayi.

Kotoran telinga bayi yang teratur dibikin bersih bakal beresiko pada jernihnya pendengaran. Untuk bersihkan telinga bayi yang tetap kecil, manfaatkanlah obat tetes, terkecuali bila diresepkan oleh dokter. Dalam membersihkan kotoranya, lakukanlah pada lekukan telinga luar dengan kapas basah yang sudah di peras airnya.

Bila di dalam lubang telinga si bayi ada kotoran, biarlah saja karena biasanya bakal keluar dengan sendirinya. Kotoran tersebut merupakan sisi dari bahan alami yang ada didalam telinga serta bertindak untuk antiseptik yang membuat perlindungan telinga dari kotoran yang masuk.

Untuk bersihkan kotoran telinga pada anak, pertama yang perlu di perhatikan adalah apakah telah tampak kotor telinga si anak? Bila tampak telah kotor, bersihkan dengan memakai cotton bud serta tak kian lebih 1 cm memasukkan cotton bud ke arah lubang telinga. Bila lebih dari 1 cm di kuatirkan kotoran malah bakal terdorong makin dalam serta berakumulasi didalam telinga hingga bisa mengganggu pendengaran si anak.

Bila kotoron didalam telinga tampak menggumpal, lunakkan kotoran itu terlebih dulu dengan cairan Karbogliserin yang dapat dibeli di apotik. Sesudah membersihkan telinganya, keringkan dengan kain yang lembut.

Jauhi anak dari paparan nada yang keras serta terus-terusan supaya tak mengakibatkan kerusakan gendang telinga, seperti di arena permainan mesin yang ada di mall.

Lakukanlah kontrol teratur dan rutin ke dokter THT tiap-tiap 6 bln. sekali sejak si anak masih kecil.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + 14 =