Tentang (Mitos) Bed Rest Selama Hamil

Bed Rest. Istilah ini mungkin cukup umum terdengar pada ibu hamil yang memiliki masalah seputar kehamilannya. Faktanya, bed rest telah menjadi salah satu cara yang digunakan untuk merawat kehamilan bermasalah selama ratusan tahun. Tapi apakah bed rest memang betul membantu? Jawabannya belum terbukti. Bahwa dokter hingga saat ini masih menyarankannya, adalah semata sebuah tradisi baik belaka.

Tentang (Mitos) Bed Rest Selama Hamil

Pengertian Bed Rest
Bed Rest merupakan aktivitas seharian (hingga beberapa hari) di atas ranjang saja, dimana yang bersangkutan tidak mengerjakan hal selain beristirahat total. Terminologi bed rest juga digunakan untuk berbagai sakit yang lain yang memiliki arti yang sama.

Mengapa Bed Rest disarankan dokter?
Secara umum, dokter akan menganjurkan ibu hamil melakukan bed rest apabila terjadi masalah pada kehamilan, meliputi problem pertumbuhan bayi, darah tinggi (preklamsia & eklamsia), pendarahan vaginal, potensi keguguran dan lain sebagainya. Harapannya adalah, dengan menghentikan berbagai jenis aktivitas dan kegiatan, komplikasi permasalahan tidak bertambah berat. Saat ini, 1 dari 5 ibu hamil dilaporkan menerima anjuran bed rest.

Bed Rest Sebagai Mitos
Sayangnya, studi terbaru menunjukkan berbagi bukti tentang bed rest yang sesungguhnya. Bed rest terbukti tidak berhubungan langsung dengan komplikasi maupun kelahiran dini. Meski banyak dokter mengetahui hal ini, anjuran bed rest tetap saja diberikan karena dianggap tidak merugikan. Padahal, dari studi ditemukan beberapa resiko dan kerugian akibat bed rest, yaitu :
– Pembekuan darah
– Depresi
– Stress
– Kekhawatiran financial (terlebih jika bed rest menghentikan aktivitas pekerjaan)
– Berat janin yang rendah & tidak ideal
– Perlambatan proses recovery paska melahirkan
– Perlemahan tulang dan otot

Lebih lanjut, studi menyarankan bahwa sebaiknya ibu hamil dengan masalah tetap beraktivitas secara normal atau mengurangi kegiatan tersebut menjadi lebih sedikit. Bed rest terbukti memberikan resiko yang lebih buruk daripada tetap beraktivitas. Perlu diketahui bahwa aktivitas fisik sangat diperlukan selama hamil untuk menghindari kekurangan bobot bayi dan preklamsia.

Apa yang harus dilakukan jika dokter menyarankan Anda bed rest?
Anda harus mempertanyakan saran tersebut kepada dokter dengan jelas. Minta dokter memberikan alasan yang kuat karena hal tersebut sangat penting untuk diketahui. Beberapa hal yang dapat Anda tanyakan :
– Mengapa Anda harus bed rest?
– Bed rest bagaimana yang dimaksud? Tidur seharian di ranjang? Boleh bergerak?
– Apakah bed rest sangat penting? Apakah ada pilihan lain?
– Apa manfaat spesifik dari bed rest terhadap janin saya?
– Apakah keuntungan bed rest lebih besar dari kerugiannya?

Tentu saja, Anda tidak harus serta-merta menolak anjuran bed rest dari dokter. Pada beberapa kasus, bed rest yang tidak terlalu lama bisa saja memang dibutuhkan. Apapun itu, jika jawaban dari dokter clear dan masuk di akal, ikutilah saran tersebut. Jika diperlukan, Anda bisa meminta 2nd opinion dari ahli atau dokter lain. Yang pasti, lakukanlah segala sesuatu dengan pertimbangan yang matang dan tidak over.

Semoga bermanfaat.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + 18 =