Ketika Anak Telat Bicara & Sulit Berkomunikasi

Meski tidak ada patokan pasti kapan seorang anak seharusnya mulai aktif berbicara, rata-rata usia 12 bulan adalah saat pertama anak mulai mengekspresikan keinginan dan kondisinya secara verbal. Meski tersendat-sendat, keinginan anak untuk berbicara merupakan indikasi baik dari tumbuh-kembang kemampuan komunikasi yang normal. Maslaahnya, tak semua anak memiliki fase perkembangan yang sama.

Anak Telat Bicara & Sulit Berkomunikasi

Pada beberapa kasus, terdapat beberapa anak dengan kecenderungan telat belajar bicara hingga sama sekali tidak mau belajar berbicara. Anda perlu membedakan antara bicara dengan gumam atau hanya sebuah teriakan. Ketika bicara, anak akan menyebutkan beberapa kata dengan maksud tertentu meski tak terdengar jelas.

Pencetus Anak Telat Bicara
Tentu saja, diperlukan observasi mendalam untuk mengetahui sebab anak enggan, telat atau sama sekali tidak mau berbicara ketika usianya sudah menginjak 1 tahun. Secara umum, ada 2 faktor utama yang bisa menjadi penyebab, eksternal dan internal.

Beberapa faktor eksternal meliputi rendahnya frekuensi anak berinteraksi dengan orang lain dan orangtua secara verbal, stimulasi berlebihan dan cara mengejarkan yang kurang tepat seperti sedikitnya waktu yang diberikan kepada anak untuk berbicara.

Sementara itu, faktor internal meliputi masalah perkembangan otot yang lamban dan perkembangan non-verbal yang terjadi lebih dulu dibandingkan verbal. Untuk faktor terakhir, Anda perlu mengamati perkembangan anak yang lain supaya dapat mengambil kesimpulan.

Bicara & Komunikasi
Bagi orang dewasa, berkomunikasi secara verbal merupakan cara yang paling mudah, cepat dan efektif. Tetapi pada anak, komunikasi verbal belum tentu menjadi cara yang dipilih. Berbagai kode dan bahasa isyarat yang diberikan anak menandakan keinginan berkomunikasi yang kuat. Orangtua perlu membedakan antara bicara dan komunikasi. Anak yang sama sekali tidak bisa bicara tetapi memilih cara lain untuk berkomunikasi cenderung normal dan mudah diarahkan untuk segera belajar berbicara. Sementara itu, anak yang sama sekali tidak memiliki keinginan untuk berkomunikasi perlu mendapatkan perhatian khusus.

Stimulasi Anak Balita Berbicara
Orangtua dapat menempuh beberapa trik untuk merangsang anak berbicara sebelum memeriksakan anak secara mendalam jika trik sama sekali tidak bekerja. Berikut beberapa trik yang dapat dilakukan :
1. Beri kesempatan : kemungkinan besar, anak enggan berbicara karena ia tidak diberi kesempatan yang cukup lama. Ketika ia baru ingin berbicara, Anda atau perawat yang tidak sabar yang memotong perkataannya dapat membuat anak menjadi malas berbicara. Jika tidak segera diperbaiki, semakin lama anak akan semakin terbiasa untuk tidak mengembangkan kemampuan bicaranya.
2. Ajak Ngobrol : Komunikasi dua arah dengan mengobrol atau bertanya merupakan cara paling ampuh untuk merangsang anak berbicara. Berkomunikasilah dengan bahasa sederhana. Jika perlu, Anda dapat memperagakan beberapa hal yang menguatkan maksud dari kata-kata yang Anda berikan kepada anak. Komunikasi dapat dilakukan pada berbagai kesempatan, dari ia terbangun hingga tidur kembali.
3. Bernyanyi : Ajak anak Anda bernyanyi lagu-lagu yang riang dan lucu. Ulangi terus lagu yang sama agar anak mengingatnya. Biasanya, anak akan terangsang untuk ikut bernyanyi dan bisa menjadi awal yang baik baginya untuk belajar berbicara.
4. Bercerita : selain ngobrol, Anda dapat menceritakan berbagai hal ringan kepada anak dan biarkan ia mendengarkan. Anak akan mengetahui bahwa berbicara merupakan cara berkomunikasi yang asyik sehingga akan segera meniru Anda.

Semoga bermanfaat!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 1 =