Tahu & Cegah Kerusakan Mata Pada Anak

Jika Anda atau pasangan menggunakan kacamata karena masalah kerusakan mata dengan penglihatan kabur, bisa jadi Anda tidak ingin masalah yang sama menimpa pada anak Anda. Padahal, setengah dari masalah penglihatan (baca : kerusakan mata) merupakan faktor yang diturunkan, sementara setengahnya lagi merupakan faktor yang diakibatkan oleh lingkungan anak bertumbuh.

kerusakan mata anak

Tentu saja, jika Anda atau pasangan berkacamata, itu tidak selalu berarti anak Anda akan juga berkacamata nantinya. Dengan mengetahui tips dan trik untuk mencegah kerusakan mata anak sejak dini, Anda dapat meminimalisir kerusakan mata dan mempertahankan kesehatan penglihatannya.

Perkembangan Penglihatan
Pada usia beberapa bulan, bayi hanya dapat melihat objek yang terang yang berada tak lebih dari 10 inci darinya. Setelah usia setahun, anak akan mengembangkan kemampuan melihat yang lebih dalam, koordinasi mata dan kemampuan mengukur jarak. Sangat jarang anak mengalami masalah pada penglihatan pada usia tersebut.

Gejala Kerusakan Mata Pada Anak
Ketika usia anak sudah mecapai 18 bulan hingga 4 tahun, barulah masalah penglihatan pada mata dapat muncul.Berikut 2 gejala yang paling sering terjadi :
1. Juling atau crossed eye. Terjadi pada sekitar 3-5% anak. Gejala meliputi bola mata yang tidak sinkron sehingga terlihat juling. Menurut ahli, masalah mata juling lebih banyak disebabkan oleh masalah pada otak daripada mata.
2. Mata tidak fokus. Kondisi ketika salah satu mata memiliki visi yang lebih terang dibandingkan mata lainnya. Terjadi pada sekitar 2-3% anak dan sangat sulit dideteksi karena anak-anak belum memahami permasalahan pada penglihatannya seperti orang dewasa.

Berikut beberapa tips untuk menghindari kerusakan mata pada anak :
1. Hindari penggunaan sabun atau shampoo yang pedih di mata. Selalu gunakan produk yang sesuai dengan usia anak dan usahakan agar busa tak mengenai mata secara langsung.
2. Larang anak Anda menonton TV atau bermain gadget terlalu dekat dan terlalu lama. Televisi dan berbagai macam gadget yang banak beredar merupakan salah satu faktor perusak mata anak yang paling dominan. Anda tidak harus melarang anak Anda melakukan aktivitas tersebut, Anda hanya perlu mengatur jarak dan durasi waktu yang dihabiskan anak ke level yang lebih seimbang. 1-3 jam sehari sudah lebih dari cukup bagi anak untuk menikmati televisi dan bermain dengan gadget kesayangannya.
3. Berikan makanan bergizi untuk kesehatan mata. Sayuran berwarna merah seperti wortel, jeruk, pepaya, tomat yang mengandung banyak vitamin A merupakan nutrisi mata yang paling baik diberikan untuk mempertahankan kesehatan mata anak.
4. Cermat & perhatikan. Sekecil apa pun permasalahan yang terjadi pada mata anak harus menjadi perhatian penuh orangtua. Mata merupakan indra yang sangat sensitif dan vital. Jika masalah mata tak kunjung reda, seperti bengkak, mata merah, berair dan lain sebagainya, dalam waktu 1×24 jam, ada baiknya Anda segera membawa anak Anda ke dokter untuk mmemeriksakan kondisinya.

Semoga bermanfaat!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − seven =