Kenali 9 Jenis Kehamilan Beresiko Tinggi

Kehamilan, boleh jadi adalah impian dari setiap wanita yang ada di dunia ini untuk melengkapi kodratnya sebagai seorang ibu. Apa pun alasannya, hamil merupakan hak dan pilihan utama yang dapat ditempuh untuk mendapatkan keturunan. Pada beberapa kondisi, kehamilan yang terjadi tak seperti biasanya dan bisa memiliki resiko yang tinggi. Dengan mengenali resiko tersebut, calon ibu dapat mempertimbangkan dengan masak mengenai kehamlan sekaligus melakukan berbagai upaya dan pencegahan untuk mengurangi dampak buruk yang dapat terjadi.

Kehamilan Beresiko Tinggi

Berikut 9 jenis kehamilan beresiko tinggi yang dapat membahayakan jiwa ibu dan calon janin yang dikandung :

1. Anda memiliki masalah kesehatan yang cukup serius seperti :
– Darah tinggi
– Diabetes
– Kanker
– Epilepsi
– Penyakit hati parah
2. Anda mengkonsumsi alkohol, obat terlarang dan rokok; dan tidak bisa menghentikan kebiasaan tersebut menjelang hamil dan selama kehamilan berlangsung.
3. Anda berusia kurang dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun.
4. Anda hamil anak kembar yang lebih dari 2.
5. Anda pernah mengalami keguguran sebelumnya lebih dari 3 kali.
6. Janin yang dikandung didiagnosa memiliki masalah genetis seperti masalah jantung, paru-paru atau hati.
7. Anda memiliki masalah serius pada kehamilan sebelumnya, seperti preklamsia, melahirkan bayi dengan kelainan genetis atau melahirkan secara prematur.
8. Anda memiliki infeksi berat seperti HIV atau hepatitis C. Beberapa infeksi yang timbul selama kehamilan dapat menimbulkan masalah seperti CMV, cacar, rubella, toxoplasma dan sifilis.
9. Anda mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan rutin seperti lithium, phenytoin, asam valproic atau carbamazepine.

Selain 9 masalah diatas, beberapa jenis kehamilan dari orangtua yang ‘tidak normal’ lainnya juga dapat menimbulkan resiko. Namun demikian, meski beresiko, bukan berarti Anda tidak boleh hamil sama sekali. Beberapa kondisi kesehatan yang dapat ditanggulangi dan mendapatkan saran pengobatan dari dokter dapat ditempuh untuk meminimalisir kerugian kesehatan yang bisa saja timbul.

Jika Anda merasa memiliki persamaan dengan 1 atau lebih jenis-jenis permasalahan diatas, berkonsultasi ke dokter yang kompeten sebelum memulai program hamil merupakan hal paling bijaksana yang harus Anda dan pasangan lakukan.

Semoga bermabfaat!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + one =