Manfaat Fase Merangkak Pada Bayi

Jika Anda termasuk tipe orangtua yang tidak sabar untuk melihat bayi Anda segera bisa berjalan dengan secepat mungkin melewatkan fase merangkak atau tidak melakukannya sama sekali, mungkin Anda butuh memikirkan kembali hal tersebut. Sebagian besar orangtua mungkin perlu memahami betapa pentingnya fase merangkak sebelum bayi mulai belajar dan bisa berjalan. Anggapan orangtua yang menilai kemampuan anak yang lebih karena langsung bisa berjalan tanpa merangkak terlebih dahulu bisa jadi tidak sepenuhnya benar.

Manfaat Fase Merangkak Pada Bayi

Faktanya, ada banyak sekali manfaat dari fase merangkak bagi bayi. Ibarat makanan 4 sehat 5 sempurna, pertumbuhan bayi dianggap tidak akan sempurna tanpa melalui proses merangkak. Demikianlah Anda tidak perlu terburu-buru mengajari anak Anda untuk berjalan dan mengabaikan fase merangkak.

Berikut beberapa manfaat merangkak pada bayi yang dapat Anda simak :
1. Merangsang perkembangan yang lebih baik bagi 2 bagian otak, kanan dan kiri.
2. Meningkatkan produksi zat Myelin dalam tubuh. Myelin digunakan untuk melapisi sel syaraf manusia. Fungsinya adlaah untuk membantu proses pengiriman & penerimaan impuls pesan pada syaraf.
3. Meningkatkan daya ekspresi anak karena merangkak dipercaya dapat merangsang bagian otak yang mengatur hal tersebut.
4. Meningkatkan daya peka terhadap sentuhan, konsep jauh-dekat dan visualisasi pada anak.
5. Memperkuat struktur tulang pada leher, otot dan persendian bayi.
6. Meningkatkan kemampuan bahasa, memori, konsentrasi dan kemampuan kognitif lainnya.
7. Mengoptimalkan perkembangan motorik halus dan kasar secara keseluruhan.
8. Meningkatkan sistem koordinasi pada tubuh, seperti ketrampilan jari, keseimbangan dan koordinasi syaraf otak bayi.

Fase merangkak pada bayi berlangsung selama beberapa bulan tergantung dari kondisi fisik yang memungkinannya belajar untuk berjalan. Orangtua tidak perlu memaksakan bayinya untuk segera berjalan ketika ia terlihat sudah sangat mahir merangkak. Biarkan bayi Anda melakukan ekplorasi lebih dan ‘puas’ dengan fase itu terlebih dahulu sebelum naik ke fase berikutnya.

Berikut beberapa tips seputar merangkak pada bayi :
– Usahakan bayi menggunakan pakaian yang tidak terlampau sesak. Celana panjang yang menutup dengkul atau mengenakan pengaman lutut akan meminimalisir luka yang bisa saja terjadi akibat gesekan dengan lantai.
– Jangan pernah biarkan bayi merangkak sendirian tanpa pengawasan dari siapa pun. Daya jelajah dan keingintahuannya yang tinggi mungkin saja membuatnya berpindah ke wilayah-wilayah yang tidak sepenuhnya aman.
– Ketika bayi sudah tampak mahir dalam merangkak, biarkan proses tersebut dikembangkannya sendiri tanpa bantuan Anda. Hal ini dapat merangsang kemampuannya untuk lebih awas dan mandiri. Tentu saja, Anda harus tetap memperhatikan anak Anda meski dari posisi yang lebih jauh.
– Hindari medan yang tinggi ketika ia merangkak. Lebih baik proses merangkak dilakukan di lantai yang datar dan bebas berbagai macam benda yang membahayakan.

So, sudah tahu manfaat merangkak pada bayi kan sekarang?

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × two =