Jeli Melihat Gejala Demam Berdarah Pada Bayi

Meski pada umumnya demam berdarah lebih rentan terjadi pada anak usia 4-10 tahun yang telah banyak beraktivitas di luar, bukan hal yang mustahil demam berdarah juga terjadi pada bayi. Penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk ini cukup menjadi momok dalam masyarakat karena resiko kematian cukup tinggi apabila tidak segera ditangani dengan cepat.

Gejala Demam Berdarah Pada Bayi

Menentukan apakah bayi terkena demam berdarah atau hanya demam biasa bukanlah hal yang gampang dilakukan. Orangtua harus jeli mengamati dan melihat tindak-tanduk bayi karena bayi sendiri belum dapat menyampaikan keluhan yang dialami mereka. Bayi hanya dapat menangis dan memberikan peringatan kepada Anda melalui suhu tubuhnya yang tinggi.

Penyebab Demam Berdarah
Demam berdarah, juga disebut DBD (demam berdarah dengue) ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti & Aedes albopictus. DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang menyerang sistem pembekuan darah. Nyamuk demam berdarah menggigit manusia pada pagi dan siang hari, sehingga dapat dipastikan nyamuk pada sore dan malam hari bukanlah nyamuk berdarah.

Demam berdarah merupakan penyakit musiman dan rumahan. Karena disebabkan oleh nyamuk, maka lingkungan yang mendukung keberadaan nyamuk seperti genangan air, lembab, gelap merupakan penyebab kehadiran nyamuk demam berdarah yang menularkan virus dengue.

Gejala Demam Berdarah Pada Bayi
Gejala paling awal adalah demam tinggi antara 38,5-40 derajat Celcius, lemas, nyeri perut dan sakit kepala. Dua gejala terakhir tidak dapat diamati oleh orangtua karena hanya dapat dirasakan oleh bayi. Dengan demikian, orangtua harus lebih jeli mengamati 2 gejala pertama yaitu demam tinggi dan lemas pada bayi.

Perbedaan demam berdarah dengan demam lain adalah kondisi yang tidak membaik meski demam sudah reda. Bayi kerap tetap saja lemas meski suhu tubuh berangsur normal. Kondisi tersebut merupakan waktu yang paling krusial bagi seluruh penderita demam berdarah tak terkecuali bayi. Jika tidak segera ditangani, maka kondisi selanjutnya dari fase demam berdarah adalah Syok yang dapat memicu kesadaran yang menurun, sesak napas, tubuh dingin dan lembab, kuku & bibir kebiruan, dan lain sebagainya.

Demam Berdarah Tak Ada Obatnya
Tak hanya demam berdarah, semua penyakit yang diakibatkan oleh virus memang tidak memiliki obat. Demam berdarah akan sembuh dengan sendirinya tatkala sistem pertahanan tubuh membaik dan fit kembali. Satu-satunya obat demam berdarah adalah istirahat total & cairan yang harus selalu masuk ke dalam tubuh melalui mulut atau infus. Cairan merupakan elemen penting yang membantu penyembuhan demam berdarah sekaligus meminimalisir resiko bahaya demam berdarah.

Sebagai tambahan, pada bayi cairan yang diberikan bisa berupa ASI.

Demam & Dehidrasi
Orangtua perlu meningkatkan kebiasaan untuk selalu mencukupi kebutuhan cairan pada tubuh anak kapan saja. Pada saat anak demam atau diare atau muntah, maka orangtua harus selalu mencukupi kebutuhan cairan dan elektrolit dalam tubuh (bisa diperoleh dari ASI). Sementara tidak makan tidak mengapa selama tidak kekurangan cairan tubuh alias dehidrasi.

Dengan kebiasaan tersebut, maka ketika anak demam berdarah, pencegahan dini yang mengurangi bahaya DBD sudah dilakukan oleh orangtua melalui pemberian asupan cairan yang cukup.

Kapan Bayi Dibawa ke Rumah Sakit
Ketika demam disertai dengan kondisi yang tidak baik seperti lemas berkepanjangan, sangat rewel, diare hebat, muntah-muntah apalagi disertai bercak bintik merah di kulit, orangtua harus segera membawa bayi ke unit gawat darurat terdekat. Segera lakukan tes darah untuk memastikan penyebab demam.

Jika diperlukan, bayi dapat dirawat inap di rumah sakit agar senantiasa diawasi dan mendapatkan asupan cairan melalui infus.

Semoga bermanfaat!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + 2 =