Seluk Beluk & Pengertian Imunisasi MMR Pada Anak

MMR adalah singkatan dari Measles, Mumps, Rubella. Dari kepanjangan tersebut dapat diketahui bahwa vaksin atau imunisasi MMR berfungsi untuk mencegah 3 jenis penyakit yang ditimbulkan oleh virus : Measles (campak), Mumps (gondongan) dan Rubella (campak jerman). MMR merupakan jenis imunisasi yang tidak diwajibkan tetapi dianjurkan seperti imunisasi influenza, Tifoid, Hepatitis A dan lain sebagainya.

Pengertian Imunisasi MMR Pada Anak

Sejarah MMR
Vaksin MMR diijinkan pertama kali di negri paman Sam Amerika Serikat pada tahun 1963. Selanjutnya, pada pertengahan 1990 vaksin penguat MMR juga lulus izin di AS. Di seluruh dunia, vaksin MMR digunakan secara luas pada awal 1970-an. Di Indonesia sendiri, penggunaan Vaksin MMR cukup terlambat yaitu bertahun-tahun setelah itu dan sepi peminat. Beberapa merek dagang dari vaksin ini adalah Merck dengan merek M-M-R II, GlaxoSmithKline Biologicals dengan merek Priorix, Serum Institute of India dengan merek Tresivac, dan sanofi pasteur dengan merek Trimovax.

Pemberian & Fungsi MMR
Pada anak, vaksin MMR diberikan pada usia 15-18 bulan. Dari imunisasi wajib campak, pemberian MMR harus berjarak 6 bulan. Selanjutnya, vaksin MMR dapat diperkuat ketika anak mencapai usia 5 atau 6 tahun.

MMR memiliki fungsi yang cukup penting, terutama fungsi pencegahan penyakit Gondongan yang berbahaya buat anak lelaki dan Rubella yang berbahaya bagi anak perempuan. Gondongan merupakan salah satu penyebab kemandulan pada pria, sementara rubella merupakan salah satu virus yang berbahaya bagi wanita selama kehamilan (termasuk dalam TORCH).

Kontroversi MMR
Imunisasi MMR cukup mahal dan tidak diwajibkan. Dengan dua alasan tersebut, tidak banyak orangtua yang mau memvaksin buah hati tercinta, apalagi untuk kalangan menengah kebawah. Belakangan, kontroversi tentang MMR yang mengitkannya dengan autisme atau hiperaktif semakin memperuncing sikap antipati masyarakat. Padahal, menurut hasil banyak penelitian, dibuktikan bahwa hubungan antara vaksin MMR dengan autisme nyaris tidak ada sama sekali.

Kesimpulan
Keputusan pemberian imunisasi MMR berada sepenuhnya di tangan orangtua anak. Jika mengacu kepada peribahasa ‘lebih baik mencegah daripada megobati”, maka pemberian imunisasi MMR merupakan sebuah hal yang cukup penting bagi buah hati tercinta. Supaya jelas, Anda dapat melakukan konsultasi ke dokter atau bertanya kepada kolega yang sudah memberikan vaksin MMR kepada anak mereka. Pendapat dari ahli dan banyak kalangan dapat membuat Anda mengambil keputusan yang lebih matang.

Semoga bermanfaat!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + 19 =