Pengertian PCOS & Hubungannya Dengan Infertilitas

PCOS atau PCOs atau PCO adalah momok yang cukup menakutkan bagi sebagian besar wanita di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, disinyalir jumlah wanita yang terkena PCOS adalah sekitar 5-10% dari total populasi usia produktif. Efek buruk paling menakutkan yang ditimbulkan oleh sindroma ini adalah sulit untuk hamil atau kondisi infertilitas. Penyebab utamanya adalah karena PCOS mengakibatkan kekacauan siklus menstruasi, kesuburan, hormonal yang kerap menimbulkan beberapa kista kecil pada indung telur.

pengertian pcos

Pengertian PCOs
PCOS adalah singkatan dari Polycystic Ovary Syndrome. Salah kaprah yang meluas mengenai PCOs adalah menyamakannya dengan kondisi kista atau tumor pada ovarium. Padahal, ‘kista’ pada PCOs adalah jenis yang sangat berbeda. Dalam ilmu kedokteran ‘kista’ tersebut biasanya dipanggil dengan istilah folikel. Ukurannya sangat kecil yaitu 5-7 mm dan berjumlah banyak (biasanya lebih dari 12).

Perlu diketahui bahwa folikel merupakan bakal sel telur yang berjumlah jutaan yang berada pada indung telur. Pada setiap siklus bulanan haid, beberapa folikel akan membesar. Biasanya hanya ada 1 saja folikel yang matang. Ukurannya 15-25mm. Folikel tersebutlah yang akan mengalami ovulasi menjadi sel telur yang siap dibuahi.

Pada kondisi PCO, perkembangan folikel tersebut hanya mencapai ukuran 5-7mm saja dan tak jadi matang. Secara spontan, tubuh bereaksi dengan memproduksi estrogen terus-menerus yang pada akhirnya menyebabkan selaput lendir rongga rahim yang menebal hingga akhirnya pecah sehingga menimbulkan pendarahan hebat.

Diagnosa PCOs ditegakkan berdasarkan kondisi bahwa PCO yang ditemukan menyebabkan siklus haid tidak teratur dan kadar hormon laki-laki yang berlebihan.

Gejala PCOs
Siklus haid tidak teratur merupakan gejala paling umum dari PCOs. Diketahui bahwa 7 dari 10 wanita dengan jadwal mens tidak teratur ditambah kondisi obesitas positif mengalami PCOs yang berujung pada infertilitas. Biasanya pada kondisi tersebut, dalam 1 tahun mens hanya terjadi 1-2 kali saja.

Berikut beberapa gejala umum dari PCOs :
1. Hormon androgen meningkat (diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium)
2. Dari kondisi no (1), biasanya tumbuh bulu pada lokasi kumis, kaki atau bulu bagian perut seperti lelaki.
3. Gangguan kesuburan
4. Obesitas / kegemukan
5. Jerawat & Mens tidak teratur

Pada pemeriksaan USG, akan tampak kista-kista kecil pada sekeliling ovarium.
Hingga saat ini, penyebab PCOs belum diketahui secara pasti. Diduga bahwa resistansi insulin, diabetes, dan obesitas merupakan hal-hal paling kuat yang menjadi biang keladi dari kelainan PCOs.

Dampak Buruk
Selain mengganggu kesuburan (infertilitas), ternyata PCO juga dapat menyebabkan beberapa kondisi kesehatan yang buruk, diantaranya : resiko kanker endometrium, diabeters melitus, darah tinggi, jantung koroner, stroke dan peningkatan kolesterol jahat pada tubuh.

Dapatkah PCOs Disembuhkan?
PCOs bukan jaminan bahwa Anda pasti tidak bisa hamil. Pada kenyataannya, PCOs dapat disembuhkan dengan berbagai jenis terapi pengobatan. Tak jarang, wanita dengan PCOs pada akhirnya tetap bisa hamil dengan sehat dan baik.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum menegakkan diagnosa yang tegas. Pada umumnya, ada 2 jenis terapi yang bisa diterapkan untuk mengobari PCOs, yaitu :
1. Diet Karbohidrat untuk menurunkan resistensi insulin.
2. Terapi obat penurun hormon lelaki & induksi ovulasi.

Kesimpulan
PCOs harus dihadapi dan bukan untuk ditakuti. Dengan penanganan yang cepat, tepat dan akurat, efek buruk PCOs dapat ditanggulangi dan dikontrol. Tak sedikit kasus dimana wanita dengan PCOs pada akhirnya dapat hamil. Lakukan check-up secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi Anda secara pasti dan pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan tenaga medis yang berpengalaman.

Semoga bermanfaat!

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + 1 =