Seluk-Beluk Bayi Prematur

Dari data yang dirilis oleh WHO, setidaknya terdapat 1 bayi diantara 10 kelahiran yang mengalami prematur (sekitar 10%).  Dari jumlah tersebut, sekitar 4% atau 4 diantara 100 bayi prematur yang mengalami kematian. Rata-rata kematian disebabkan oleh komplikasi ketika dilahirkan. Faktanya, kelahiran prematur merupakan penyebab paling besar dari jumlah kematian bayi dalam 4 minggu pertama.

bayi prematur

Indonesia sendiri merupakan negara dengan urutan ke-5 di dunia yang memiliki angka kelahiran prematur tertinggi. Sementara itu, lebih dari 60% kelahiran prematur terjadi di negara berkembang di Afrika dan Asia Selatan.

Penyebab Bayi Prematur
Hingga saat ini, penyebab kelahiran bayi prematur masih belum dapat dijelaskan secara pasti. Beberapa faktor pemicu seperti merokok, obesitas, diabetes, hipertensi, infeksi saluran kemih dan riwayat genetis prematur memang diasumsikan sebagai penyebab utama kelahiran prematur. Meski demikian, tetap saja kehamilan yang normal memiliki resiko lahir prematur tanpa dapat dijelaskan penyebabanya. Nilai dari kejadian tersebut adalah mendekati 50% dari kelahiran prematur yang terjadi.

Bayi disebut prematur bila terlahir kurang dari 37 minggu, dimana berat badannya masih kurang. Perlu diketahui bahwa bayi yang terlahir di usia 24 minggu rata-rata memiliki survival rate sekitar 60 – 65 persen. Namun 40 – 50 persen di antaranya mengalami berbagai keterbelakangan.

Penanganan Bayi Prematur
Fasilitas NICU (Natal ICU) merupakan kebutuhan utama dalam merawat bayi prematur di rumah sakit pada periode paling dini kelahiran. Perhatian ekstra memang harus diberikan kepada bayi prematur, mulai dari mengamati perkembangan yang terjadi setiap waktu serta menangani secara cepat setiap permasalahan yang terjadi. Bayi prematur mengalami masa kritis pada masa-masa awal usianya. Setelah masa tersebut terlewati, bayi prematur tetap membutuhkan penanganan khusus di rumah hingga mencapai kondisi yang stabil.

Bayi Prematur di Rumah
Bayi normal dan bayi prematur harus ditangani secara berbeda. Beberapa perlakuan khusus harus diterapkan oleh orangtua agar bayi tetap aman, bertumbuh secara baik dan mencapai kondisi yang stabil layaknya bayi normal. Berikut beberapa tips menangani bayi prematur yang sudah diperbolehkan dibawa pulang ke rumah :

1. Batasi Pengunjung. Bayi prematur rentan dengan infeksi virus, bakteri dan kuman dari luar. Dengan membatasi pengunjung atau melakukan proses seleksi, maka resiko bayi tertular penyakit menjadi lebih rendah. Pengunjung anak-anak adalah yang paling harus diantisipasi. Usahakan agar bayi tidak dicium secara berlebihan, terutama pada bulan-bulan pertama usianya.
2. Lebih sabar. Bayi prematur membutuhkan penanganan ekstra. Pemberian susu tidaklah semudah bayi normal. Orangtua diminta untuk lebih telaten dan saling menguatkan. Energi positif dari orangtua akan senantiasa membantu bayi prematur keluar dari kondisi kritisnya.
3. Rutin memeriksakan diri. Bayi prematur harus melakukan pemeriksaan secara berkala di dokter untuk mengamati perkembangannya. Ikutilah seluruh saran dokter. Beberapa kondisi prematur biasanya membutuhkan perawatan rutin di rumah sakit seperti fisioterapi dan lain sebagainya.
4. Amati lingkungan, Bayi prematur membutuhkan lingkungan yang bersih. Dengan demikian, memperhatikan sirkulasi udara, higenitas dan lingkungan yang sehat mutlak dibutuhkan guna menghindari infeksi kuman dan hal-hal lain yang tidak diinginkan.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × five =