Tentang Berhubungan Intim Pada Saat Hamil

Hubungan suami-istri pada waktu kehamilan terkadang menjadi dilema, terlebih pada pengantin baru yang sedang mengandung anak pertama. Meski aktivitas tersebut tidak dilarang secara serta-merta, tetapi adalah sesuatu yang baik jika Anda menghindari hubungan suami-istri yang terlalu intens pada trimester pertama dan trimester akhir kehamilan.

Sebagai istri, Anda harus menanamkan pengetahuan mengenai hal tersebut kepada suami yang minta ‘jatah’ pada saat kehamilan. Bukan berarti Anda tidak sayang atau tidak ‘hot’ lagi. Menghindari hubungan yang terlalu intens pada trimester awal dan akhir semata-mata adalah demi kebaikan sang buah hati dalam kandungan.

Berhubungan Intim Pada Saat Hamil  1

Berhubungan Memacu Kontraksi
Hubungan intim pada awal kehamilan dan menjelang kelahiran dapat memacu kontraksi lebih awal. Pada beberapa kasus yang ekstrim, hubungan badan pada awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran.

Berbeda halnya jika sudah masuk pada minggu 37 dimana hubungan intim justru disarankan agar membantu proses persalinan dan kontraksi tepat waktu.

Komunikasi
Seperti yang sudah ditutukan pada awal posting ini, kunci utama untuk mempertahankan harmonisasi rumah tangga adalah dengan cara berkomunikasi. Suami yang kurang paham dan mengerti tentang hubungan intim yang sebaiknya tidak dilakukan pada beberapa periode kehamilan harus dibuat mengerti. Belum lagi jika suami Anda pernah mendengar mitos tentang hubungan suami-istri yang dianjurkan selama hamil. Mitos tersebut benar, selama dilakukan pada saat yang benar pula.

Sebagai alternatif, Anda dapat membantu suami untuk menyalurkan hasratnya dengan cara yang lain. Tentu saja sekali lagi komunikasi sangatlah penting ketika Anda menawarkan hal tersebut kepada suami. Jelaskanlah dan minta pengertian dari suami.

Jika Memang Ingin …
Ada saatnya hasrat tak lagi bisa dibenung, dan itu wajar-wajar saja. Hanya perlu diingat, jika memang hubungan intim harus dilakukan, maka pilihlah posisi yang nyaman. Hindari guncangan-guncangan yang terlalu berlebihan selama melakukan hubungan suami-istri. Jangan terlalu banyak bergaya seperti halnya ketika Anda tidak sedang hamil.

Untuk mendapatkan saran yang akurat, Anda dan suami bisa mengkonsultasikan hal ini kepada dokter. Perlu diingat bahwa hubungan suami-istri masih diperbolehkan hanya untuk janin yang sehat, kuat dan normal. Sebaliknya, jika ternyata ada permasalahan bawaan pada janin dan rahim seperti kelemahan, maka hubungan suami-istri selama hamil sangat tidak disarankan.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 4 =