Kolik Pada Bayi & Cara Mengatasinya

Pernahkah bayi anda menangis dan rewel berkepanjangan lebih dari tiga jam sehari selama berhari-hari dalam seminggu? Jika anda pernah mengalaminya, mungkin bayi anda sedang mengalami kolik. Ya, kolik memang sering membuat panik para orangtua baru. Kolik sebenarnya bukan merupakan suatu penyakit, hanya situasi dimana bayi rewel dan menangis berkepanjangan. Gejala yang lain adalah bayi cenderung menjerit-jerit dan tidak dapat dihibur atau dialihkan perhatiannya. Biasa nya kolik akan semakin parah pada sore dan malam hari. Indikasinya perut bayi membesar seperti kembung dan ketika menangis, wajahnya berwarna kemerahan dan kakinya diangkat-angkat (lutut ditekuk ke arah dadanya).

kolik pada bayi 1

Apa Penyebab Kolik?
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kolik. Kolik sering dikaitkan dengan adanya gangguan pada saluran pencernaan, misalnya akibat mengejangnya otot di dinding usus atau ada udara dalam usus. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa mungkin juga kolik terjadi karena bayi mengalami intoleransi laktosa alias alergi terhadap susu sapi/susu formula. Meski begitu, mekanisme spesifik penyebab terjadinya kolik sampai kini belum diketahui secara pasti. Tak heran bila ada dugaan bahwa kolik adalah perwujudan dari tidak berhasilnya upaya anak untuk berkomunikasi dengan orang tuanya.
Pada beberapa kasus, kolik merupakan gejala penyakit tertentu, misalnya hernia. Apabila bayi anda mengalami kolik, segera periksakan dia ke ahli kesehatan untuk memastikan bahwa penyebab masalah itu bukan penyakit.

Bisakah Kolik Dicegah?
Adakah cara untuk mencegah kolik? Sayangnya belum ada cara jitu yang diyakini bisa mencegah terjadinya kolik. Namun, sebagai orangtua kita bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya kolik dengan menghindari hal-hal yang bisa membuat bayi merasa tidak nyaman. Misalnya dengan
menyusui bayi dengan posisi yang benar dan menyendawakan bayi sehabis menyusu, sehingga tak ada udara yang masuk ke dalam usus.

Saat bayi mengalami kolik, sebaiknya hindari semua jenis produk olahan susu sapi. Setelah itu, amati setiap perubahan kondisi bayi. Jika memang intoleransi laktosa adalah sebagai penyebabnya, maka kolik akan benar-benar hilang dalam waktu kurang lebih seminggu. Cara ini efektif untuk mengetahui apakah bayi kita toleran terhadap produk olahan susu atau tidak. Kebanyakan bayi akan menjadi lebih toleran dalam kurun 3 bulan, namun beberapa bayi lainnya tetap mengalami masalah intoleransi dalam kurun waktu lebih lama.

Selain itu, pada 6 bulan pertama, ibu juga sebaiknya memberikan ASI eksklusif pada si kecil. Dengan begitu, risiko kolik dapat diminimalkan walau tidak dapat hilang sepenuhnya. Bayi memang memiliki sistem pencernaan yang sangat sensitif yang dengan mudah akan terganggu oleh gas usus yang berlebihan. Untuk itu bagi para ibu yang sudah memberikan ASI ekslusif namun bayi nya tetap mengalami kolik, sebaiknya menghindari beberapa makanan seperti alpukat, stroberi, kacang, tomat, telur, tuna, sarden, makarel, dll. Pasokan histamin ke susu ibu dapat menyebabkan alergi makanan pada bayi. Oleh karena itu, makanan tersebut harus dihindari.

Sampai Kapan Kolik Berlangsung?
Pada umumnya kolik mulai timbul dalam bulan pertama sesudah lahir, dan menghilang dengan sendirinya ketika bayi berumur 3 atau 4 bulan.

Berikut beberapa tips untuk meminimalisir terjadinya kolik:
– Pastikan tidak ada sesuatu yang membuatnya gelisah seperti popok yang terlalu basah atau bayi anda kelaparan.
– Peluk bayi anda , berikan sentuhan kepada bayi dan ajaklah bayi untuk berkomunikasi. Telungkupkan bayi anda dan usap-usaplah punggung nya agar bayi merasa nyaman.
– Nyanyikan atau putarkan lagu yang memberikan efek menenangkan.
– Berikan selimut agar anak merasa hangat dan aman.
– Meminta orang lain mengantikan menjaga bayi sejenak supaya anda dapat beristirahat sebentar. Istirahat kira-kira 1 jam sudah cukup untuk memulihkan kesegaran anda.

Yang paling penting, jangan panik saat kolik terjadi. Diperlukan sikap tenang dan kerjasama antara ayah dan ibu agar anak merasa nyaman.Kolik akan menghilang dalam beberapa minggu, dan tidak ada dampak jangka panjang terhadap kesehatannya. Apalagi, umumnya, bayi yang kolik tetap punya nafsu makan yang baik serta kenaikan berat badannya normal.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + nine =