Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Pada dasarnya, setiap anak adalah pribadi yang aktif, tak kenal lelah, doyan eksplorasi gemar bermain dan sering lupa waktu dan lupa diri. Itulah anak-anak. Memang tidak semua begitu, sebab sebagian kecil anak dan balita bisa saja amat pendiam atau malah super aktif. Kondisi terakhir kerap diistilahkan sebagai hiperaktif yang memiliki konotasi yang negatif.

Anak hiperaktif, tentu saja perlu mendapatkan perhatian yang lebih dari orangtuanya, baik observasi kepribadian maupun ketika sang anak sedang menghabiskan waktu dengan bermain tanpa henti.

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif 2

Anak Aktif & Anak Hiperaktif
Hiperaktif adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh kelainan perkembangan otak pada anak. Istilah baku kedokterannya adalah “Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD)”. Sementara itu, anak aktif adalah anak yang lincah dan tak kenal lelah karena sifat kanak-kanak yang dimilikinya tanpa kelainan sama sekali. Sekilas, orangtua akan sulit membedakan perilaku anaknya, apakah tergolong aktif atau hiperaktif. Tetapi dengan observasi mendalam, orangtua akan segera tahu kondisi yang terjadi pada anak.

Beberapa parameter pengukurannya adalah :
– Fokus – Anak aktif lebih fokus. Anak hiperaktif tidak memiliki fokus yang baik.
– Atur – Anak aktif masih bisa diatur dan diberitahu. Anak hiperaktif cenderung sulit diatur dan bertindak semaunya sendiri tanpa menggubris apa pun.
– Motivasi – Anak aktif bertingkah laku demi motivasi tertentu seperti menggoda teman, mencari perhatian orangtua, menguasai sesuatu yang baru dan lain sebagainya. Sementara Anak hiperaktif cenderung bergerak tanpa tujuan yang jelas. Gerakannya bisa amat sembarang tanpa motivasi seperti meggerak-gerakkan kaki, menendang meja atau berlari berkeliling.

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif
Hiperaktif adalah penyakit. Oleh karenanya, kondisi tersebut perlu mendapatkan terapi dan pengobatan dari ahli medis yang kompeten. Selain itu, orangtua dapat proaktif mendukung tumbuh kembang anak hiperaktif menjadi lebih terarah dan mereda.

Beberapa tips yang dapat dilakukan :
1. Luangkan waktu yang lebih banyak agar Anda dapat lebih dalam menyelami kepribadiannya.
2. Ajarkan anak untuk lebih fokus dan disiplin. Orangtua dapat bersikap tegas dalam menghadapi anak hiperaktif tetapi tidak boleh memukul dan memarahinya dengan keras karena dapat menimbulkan trauma dan masalah psikologis lainnya.
3. Konsisten dan bertahap. Lakukan ‘pendidikan’ kepribadian secara konsisten dan bertahap. Anak hiperaktif tidak dapat dirubah hanya dalam 1 hari. Dengan memberlakukan aturan-aturan secara bertahap, anak akan dapat dengan lebih mudah menyesuaikan diri. Konsistensi akan membuatnya menjadi lebih terukur.

Bagi anak hiperaktif, peranan orangtua yang maksimal akan sangat membantunya untuk segera ‘sembuh’. Bagaimana pun, kasih sayang dan keterkaitan emosi positif antara orangtua dan anak adalah obat yang paling mujarab untuk mengatasi kondisi hiperaktif pada anak.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 1 =