Bagaimana Mencegah Bayi Demam Setelah Imunisasi?

Jika Anda adalah penganut pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati”, maka motto tersebut sukar dan tidak tepat untuk diletakkan pada “imunisasi”. Mengapa? Sebab demam paska imunisasi adalah sesuatu yang harus diatasi dan bukan dicegah. Biasanya, jenis imunisasi yang menyebabkan demam antara lain DPT dan campak.

Meski demam sebagai efek samping setelah imunisasi dianggap sebagai sesuatu hal yang wajar, tetapi bukan berarti Anda boleh mengacuhkannya begitu saja. Demam tinggi yang tidak segera mendapatkan penanganan dapat menyebabkan banyak kerugian seperti step atau bahkan kejang-kejang.

Mencegah Bayi Demam Setelah Imunisasi 2

Oleh karena itu, sudah sangat umum jika dokter atau rumah sakit senantiasa menyertakan obat penurun panas demam ketika bayi dibawa imunisasi. Obat tersebut adalah pertolongan pertama bagi bayi yang mengalami demam, diikuti oleh beberapa hal yang bisa dikerjakan orangtua :

1. Kompress – Kompress bayi Anda dengan air hangat (bukan es). Air hangat akan membuka pori-pori pada kulit bayi sehingga panas akan lebih mudah keluar.
2. Pakaian Longgar – Ketika demam, jangan berikan pakaian yang sesak dan terlalu tebal. Sebaliknya, pakaian longgar dengan suhu yang sejuk akan membuat bayi merasa nyaman dalam menghadapai demam yang tidak mengenakkan diri mereka.
3. Asi & Air Putih – Ibu harus lebih sering memberikan asupan cairan kepada bayi yang demam. ASI adalah yang paling baik karena mengandung zat-zat yang dipercaya dapat meredakan demam dan rasa nyeri. Secara umum, cairan dapat membuat panas menurun dan menghindari kondisi dehidrasi dan kekeringan akibat demam.

Demam yang diakibatkan oleh imunisasi biasanya hanya akan berlangsung selama 1-2 hari saja. Artinya, jika demam tak jua reda, Anda patut mencurigai penyebab lain dari kondisi tersebut yang jangan-jangan bukanlah karena imunisasi.

So, mencegah bayi demam setelah imunisasi bukanlah sesuatu yang harus dikerjakan oleh orangtua karena demam tersebut adalah sesuatu yang wajar dan harus dihadapi. Mempelajari dan mengetahui cara mengatasinya adlaah hal yang jauh lebih penting.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 2 =