Demam Ketika Hamil Muda : Fakta & Mitos

Demam pada ibu hamil (terlebih ketika hamil muda) kerap dikaitkan dengan resiko autisme pada janin.  yang akan dilahirkan. Pemikiran tersebut tidak sepenuhnya salah, sebab sebuah studi dari Journal of Autism and Developmental Disorder menemukan hubungan antara demam dengan autisme. Disimpulkan bahwa demam saat hamil dapat meningkatkan risiko autisme 2,12 kali dan 2,5 kali keterlambatan perkembangan, dibandingkan dengan ibu yang saat hamil tidak mengalami demam.

Tapi, demam yang bagaimana dulu?

Faktanya, demam adalah gejala dari sebuah penyakit dan bukan penyakit itu sendiri. Artinya, demam diakibatkan oleh faktor pencetus yang lain sebagai mekanisme pertahanan tubuh alami. Pada kasus resiko autisme, demam yang termasuk apabila tidak mendapatkan penanganan langsung.

demam ketika hamil muda 2

Selain penyakit tertentu, demam juga sering diakibatkan oleh peningkatan hormon progesteron yang terjadi selama kehamilan. Penyebab ini lebih sering terjadi pada ibu yang sednag hamil muda ketika tubuh untuk pertama kali menyesuaikan diri dengan perubahan hormon pada tubuh.

Beda Demam & Flu
Lain demam, lain pula flu. Flu yang tidak disertai demam tinggi lebih dari 38.5 derajat terbukti tidak terkait langsung dengan risiko perkembangan anak dengan autisme atau keterlambatan perkembangan yang lain. Artinya, flu yang kemungkinan terjadi karena daya tahan tubuh ibu hamil yang menurun tidaklah berbahaya bagi janin.

Penanganan Demam
Sebuah studi menunjukkan bahwa demam yang ditangani cepat dengan obat penurun panas memiliki resiko sebagai penyebab autis tidak lebih tinggi dibandingkan anak yang ibunya tidak mengalami demam. Jadi, jika ibu demam lebih dari suhu normal (37 derajat) dan merasakan tidak enak badan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan meminum obat penurun panas.

Selanjutnya, Anda dapat melakukan analisa dan observasi sendiri tentang kemungkinan yang menyebabkan kondisi demam. Virus, bakteri, jamur dan infeksi lain merupakan penyebab utama demam. Biasanya, seiring dengan meningkatnya daya tahan tubuh, maka penyebab demam akan tereliminasi dengan sendiri, kecuali beberapa jenis penyakit yang membutuhkan terapi antibiotik.

Tentu saja, gejala-gejala yang ditunjukkan tidaklah ringan sebab obat penurun panas tidak dapat segera menyembuhkan kondisi tersebut. Seiring berjalannya waktu, gejala-gejala yang timbul mungkin akan semakin parah, meliputi :

– Muntah parah
– Diare.
– Nyeri ketika buang air kecil.
– Intens sakit kepala.
– Perdarahan vagina.
– Kehilangan cairan vagina.
– Nyeri perut berat atau kontraksi uterus yang menyakitkan.

Jika satu atau lebih dari satu gejala diatas terjadi, tidak ada jalan lain bagi ibu kecuali untuk segera memeriksakan dirinya kepada dokter terdekat.

Kesimpulan
Meski memiliki korelasi, pada kenyataannya demam ketika hamil muda tidak akan selalu melahirkan anak yang autis. Demam adalah kondisi yang normal dan harus segera ditemukan penyebabnya. Dengan pertolongan obat anti demam, observasi dan penanganan lanjutan oleh ahli medis (jika gejala bertambah parah), maka resiko autis dapat diminimalkan hingga sangat kecil sekali.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − two =