Mual Saat Hamil : Pahami & Atasi

Perasaan mual dan ingin muntah ketika hamil adalah sesuatu yang sangat umum terjadi. Faktanya, hampir 75% ibu hamil mengalami perasaan tersebut pada trimester pertama kehamilan. Mual kerap disebut “morning sickness” meski pada kenyataanya dapat terjadi sepanjang hari, tidak hanya pada pagi hari saja. Mual biasanya dimulai pada usia kehamilan 6 minggu, tetapi juga dapat terjadi dalam 4 minggu. Kondisi biasanya bertambah parah seiring berjalannya waktu.

mual saat hamil 2

Penyebab dari keadaan ini adalah karena hormon yang diproduksi oleh ibu hamil. Beberapa studi menunjukkan keberadaan hormon HCG yang menyebabkan perasaan mual pada ibu hamil. Mual dianggap merupakan ‘pertanda’ baik dari kehamilan, sebab tubuh ibu hamil diasumsikan memproduksi berbagai macam hormon dan kondisi yang mendukung kehamilan.

Mual & Muntah Pada Trimester Pertama
Merupakan hal yang sangat umum. Bahkan, jika dalam trimester pertama kondisi mual dan muntah yang cukup hebat tidak membuat berat badan ibu bertambah, itu pun tak menjadi masalah selama ibu tetap mendapat asupan cairan dan makanan yang cukup.

Apabila mual terjadi diluar ambang batas yang wajar, ibu hamil disarankan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dengan mengkonsumsi supplemen dan banyak cairan.

Mual & Muntah Hamil Tua
Kondisi yang kerap terjadi pada ibu hamil adalah mual pada trimester pertama kemudian membaik atau hilang sama sekali lalu timbul kembali pada trimester akhir. Biasanya, penyebab dari keadaan ini adalah karena ketika hamil tua janin yang membesar dalam rahim akan menekan lambung sehingga menimbulkan perasaan ‘penuh’.

Selain faktor tersebut, kondisi ibu yang ‘stres’ menghadapi persalinan yang sebentar lagi juga bisa menjadi pemicu rasa pusing atau tidak enak badan yang akhirnya menimbulkan perasaan mual dan ingin muntah.

Atasi Mual Selama Hamil
Memanjakan mulut dan sensasi rasa di lidah merupakan salah satu solusi untuk mengatasi mual. Mengkonsumsi coklat, permen atau makanan asam bisa membantu meredakan rasa mual. Meski demikian, harap selalu perhatikan untuk tidak memakan ‘snack-snack’ tersebut secara berlebihan.

Cara lain utnuk mengatasi mual selama kehamilan adalah dengan mengatur pola makan. Makan secara berkala dengan porsi yang sedikit dapat membantu mengatasi masalah ‘penuh’ pada perut. Juga, selalu hindari makanan-makanan yang dapat merangsang timbulnya rasa mual. Setiap ibu hamil biasanya memiliki makanan yang ‘dibenci’ karena bawaan janin dalam perut atau alasan lainnya. Hindari makanan berbau menyengat atau berbentuk aneh.

Kapan Anda harus ke dokter karena mual?
Pada dasarnya, mual selama hamil tidaklah membahayakan ibu dan janinnya. Tetapi ada kondisi-kondisi tertentu ketika mual harus segera diatasi dengan bantuan dokter yang dapat memeriksa penyebabnya secara seksama. Berikut adalah kondisi mual dimana Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter :

1. Jika Anda mengalami dehidrasi.
2. Jika Anda muntah lebih dari 4-5 kali dalam sehari
3. Jika dalam muntah terdapat darah yang mencurigakan
4. Jika Anda kehilangan berat badan yang cukup banyak
5. Jika Anda mulai cemas dengan kondisi tersebut dan berpikir ada sesuatu yang salah
6. Jika seluruh upaya untuk mengatasi mual dan muntah sepertinya tidak berjalan baik dan Anda merasa sama sekali tidak dapat mengatasinya sendiri.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + 17 =